Berantas Buta Huruf
Benar benar...buta huruf itu sungguh tak sehat. Kita harus bersegera memberantasnya. Tentu dengan jalan yang tepat dan bijaksana tentunya. Berapa banyak ya angka buta huruf di Indonesia?
Sekretaris Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI, Dr Triyadi mengatakan
Indonesia masih menghadapi masalah buta huruf di sembilan propinsi selain DKI Jakarta dan DIY. Antara lain di Papua, NTT, NTB, Jawa, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.
Dijelaskan bahwa tingkat buta huruf masih sebesar 9,55 persen atau 14,7 juta orang.
"Pemerintah menargetkan angka ini harus diturunkan sampai lima persen pada 2009 mendatang," ujar Triyadi.
Mudah-mudahan target itu bisa tercapai, Karena bagaimanapun Indonesia punya potensi untuk maju. Hanya kembali tersandung bahwa kualitas pendidikan kita masih memprihatinkan. Dan semboyan bahwa pendidikan untuk semua, dirasakan masih sebatas jargon saja.
Ya, optimis itu harus tetap ada. Juga seperti saya ini. Yang buta huruf kanji. Yang tak bisa meraba apapun dan blank kalau sudah lihat karakter itu. Jadi saya juga harus memberantasnya juga. Walaupun sulit dan sedikit sakit (hiperbolakah saya) tak apa, semoga memang kebaikan yang mengobati sakit dan semua-semua itu jika nanti ia ada. Heu heu... kanji itu sulit ya sodara-sodara, tapi bukankah kalau kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan meminta pada-Nya, kita bisa melaluinya? Insya Allah.
Ya ya..hari-hari saya mulai akrab dengan aktivitas menggambar-gambar karakter itu. Saya belum berani bilang saya belajar menulis kanji...(malah memang belum pantas disebut menulis mungkin? hi hi..) Semester depan ini, Imao Sensei menyarankan saya dan Anya yang memang datang dari latar belakang generasi buta huruf kanji untuk mengambil kelas kanji. Hmm...semoga menyenangkan nantinya. Dan semoga juga saya menyenangi "gambar-gambar" hasil pelajaran menggambar saya.
^_^
Sekretaris Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI, Dr Triyadi mengatakan
Indonesia masih menghadapi masalah buta huruf di sembilan propinsi selain DKI Jakarta dan DIY. Antara lain di Papua, NTT, NTB, Jawa, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.
Dijelaskan bahwa tingkat buta huruf masih sebesar 9,55 persen atau 14,7 juta orang.
"Pemerintah menargetkan angka ini harus diturunkan sampai lima persen pada 2009 mendatang," ujar Triyadi.
Mudah-mudahan target itu bisa tercapai, Karena bagaimanapun Indonesia punya potensi untuk maju. Hanya kembali tersandung bahwa kualitas pendidikan kita masih memprihatinkan. Dan semboyan bahwa pendidikan untuk semua, dirasakan masih sebatas jargon saja.
Ya, optimis itu harus tetap ada. Juga seperti saya ini. Yang buta huruf kanji. Yang tak bisa meraba apapun dan blank kalau sudah lihat karakter itu. Jadi saya juga harus memberantasnya juga. Walaupun sulit dan sedikit sakit (hiperbolakah saya) tak apa, semoga memang kebaikan yang mengobati sakit dan semua-semua itu jika nanti ia ada. Heu heu... kanji itu sulit ya sodara-sodara, tapi bukankah kalau kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan meminta pada-Nya, kita bisa melaluinya? Insya Allah.
Ya ya..hari-hari saya mulai akrab dengan aktivitas menggambar-gambar karakter itu. Saya belum berani bilang saya belajar menulis kanji...(malah memang belum pantas disebut menulis mungkin? hi hi..) Semester depan ini, Imao Sensei menyarankan saya dan Anya yang memang datang dari latar belakang generasi buta huruf kanji untuk mengambil kelas kanji. Hmm...semoga menyenangkan nantinya. Dan semoga juga saya menyenangi "gambar-gambar" hasil pelajaran menggambar saya.
^_^

0 Comments:
Post a Comment
<< Home