SNOWDROP... Kala butiran salju meluruh...

Monday, February 05, 2007

Teknologi Nuklir Indonesia

Saya mau coba bahas sedikit tentang Teknologi Nuklir of Indonesia ah...
Ini analisis saya aja. Maaf aja kalau tak bagus-bagus amat. Saya hanya mencoba mengutarakan apa yang berseliweran di kepala saya.

Teknologi Nuklir Indonesia?
Hah?!! Indonesia sudah mengembangkan Nuklir? Kerja sama bareng siapa? Udah berapa lama? Sejauh ini bagaimana perkembangannya? Adakah pihak-pihak yang tidak suka dan merasa “kecut” jika mengetahui Indonesia sudah mengembangkan Sistem Teknologi Nuklir ini?

Hmm..kurang tahu juga apa yang akan terjadi jika akhirnya Indonesia berhasil built-in Power Energy ini. Satu hal yang perlu dicatat, Iran mendukung rencana Indonesia. Tapi masih tak tahulah. Toh, November kemarin, banyak yang tak setuju dan melancarkan protes keras saat Menlu Hasssan Wirayuda mau menandatangani kerja sama bidang pengembangan Enrgi Nuklir dengan pihak Australia. Alasannya, masalah safety, Kondisi geologi Indonesia sangat rawan untuk membangun central energi nuklir ini. Again, entahlah… (tak bertanggung jawab kah jawaban macam ini?)

Kemarin, saya mengikuti seminar Energi Nuklir. Kebetulan dua lab di Departemen Electrical Engineering, salah satunya lab kami, kebagian jadi panitia. Pematerinya Jacques Bouchard, dari Prancis. Bouchard ini chairmannya GIF (Generation IV International Forum). Forum pengembangan teknologi nuklir yang hingga hari ini beranggotakan 13 negara. Ada Jepang disana dan ehm..tentu saja ada USA. Hih hih..gak tanggung-tanggung, ketuanya langsung yang ngasi materi. But, Let I laugh for a while...whoa ho ho...

mmm…bayangkanlah, semua slide presentasinya English Full, Bouchard menyampaikannya dalam bahasa Perancis dan translaternya menerjemahkan ke bahasa Jepang. Whee...wut de conference, men!!

Aneh aja sebenarnya. But let it be. Saya malah lebih tertarik menceritakan saat diskusi dengan para mahasiswa. Saya menanyakan bagaimana manajemen safety yang dilakukan oleh pemerintah Perancis sejak tahun 1985 hingga sekarang dalam proses pengembangan teknologi “mendebarkan” satu ini.

Tentu saya jelaskan juga, bahwa salah satu alasan kenapa banyak masyarakat di NEGARA SAYA menolak dibangunnya site untuk Power Energy ini adalah karena masalah keamanan apalagi terkait kondisi geologi Indonesia yang rawan.

Tanpa dinyana, dia tanya lebih dahulu dari Negara mana saya berasal, Indonesia? Wow, actually Indonesia really has a good point to develope this Nuclear Technology, like China. So many gold are there, yah…bla bla bla”
Dia juga mengurai panjang lebar bahwa tidak ada kaitan antara kondisi geologis dengan level safety utk mengembangkannya. But, ujungnya, Bouchard sempat menyinggung bahwa Indonesia lain lagi masalahnya, (hih hih..daku orang Indonesia merasa “tersentuh”) tersandung pada beberapa persoalan dalam negerinya. Salah satu yang terkait adalah manajemen sumber daya alamnya (yang melimpah) yang kurang terorganisir dengan baik. But, here we are talking about future, so why not?! Sambil tersenyum “manis” melirik ke kiri kanan stafnya. Halaa…pandai benar ini orang diskusinya…
Salah seorang student Malaysia yang bersebelahan dengan saya mengajukan pertanyaan yang hampir sama, memungkinkan kah apabila Malaysia berniat mengembangkan system Energi Nuklir ini? Jawabnya pun kurang lebih sama. Haiyaa..

But, ada hal menarik yang selanjutnya terjadi, karena salah seorang mahasiswa Master asal Syiria yang awalnya bertanya, kembali mengacungkan tangan dan mengatakan bahwa menurutnya, pertanyaannya yang pertama belum terjawab. Siapakah yang punya wewenang dalam percaturan politik dunia untuk memutuskan bahwa suatu negara boleh mengembangkan system energi ini sedangkan negara tertentu lain tak boleh? Kebijakan seperti itu siapa yang memutuskan? Tapi Bouchard tak menjawabnya dengan jelas. Kurang tahu juga kenapa. Tapi, anak Master itu terakhir diskusinya dengan saya. Bagaimana pun Bouchard akan memilih tidak menjawab pertanyaan itu secara terang-terangan. Ada sesuatu? (Halaah..saya paling tidak suka konspirasi sebenarnya,)

But, logic saja sebenarnya, diantara 13 negara yang join di generasi IV itu, Iran yang nota bene nya mmg lagi sibuk-sibuknya dalam pengembangan teknologi ini malah tak ada disana. Australia yang menggagas kerja sama Nuklir dengan Indonesia juga gak ada tuh. Anggota Generasi IV yang dibawahi Bouchard sekarang ini didalamnya ada Jepang, Prancis tentunya, USA, Inggris, Switzerland, Korea Selatan, Afrika selatan, Russia, China, Uni Eropa, Kanada, Brazil dan Argentina.

Yup, tidak ada Indonesia. Belum? Hee..berharap suatu saat ada nama Negara kita disana? Hmm…tidak mesti disana sebenarnya. Saya pribadi malah ingin Indonesia mengembangkan Teknologinya. Nuklir? Yah, tidak hanya Nuklir saja. Itu sumber daya alam melimpah-limpah tapi kita hanya duduk manis dan senantiasa menganggukkan kepala bahwa kita punya banyak “simpanan”. Dan bahkan seorang analis Jepang menyebutkan bahwa sebenarnya, bila manajemen negeri kita baik, khususnya ttg SDA ini, warga Indonesia bisa hidup santai-santai (ongkang-onkang kaki) hingga tujuh turunan saking kayanya akan kandungan alam.

Well, Orang pintar pun sebenarnya kita punya banyak. Juga orang-orang yang sadar bahwa banyak ketidakberesan yang perlu dibereskan. Jadi tinggal memikirkan cara yang tepat saja? Jadi...Kapan ya kita bisa berubah? Halaa..berteori selalunya lebih mudah daripada prakteknya.

Oh ya, satu lagi, India ternyata gak ada ya di GEN IV itu. Baru nyadar saya. Padahal kan Nuklir India udah keren banget sekarang. Satu lagi, Iran tetap bersikukuh kan masalah Nuklir itu? Mmmm...Logis juga kenapa negeri Ahmadinejad ini tak masuk perhimpunan itu. Logis nggak?

2 Comments:

  • ZZ keren banget postingan kali ini, gua suka gaya loe n bahasa loe hi..hi..hi....

    By Blogger Risma Sunarty, at 1:58 AM  

  • hi hi hi...
    zz buatnya sambil gemes-gemesan lho kak abis ikut seminar itu...
    >_<

    By Blogger azizah, at 2:22 AM  

Post a Comment

<< Home