SNOWDROP... Kala butiran salju meluruh...

Tuesday, May 01, 2007

Mencintai Langit?

Tuhan itu memang hebat. Banyak hal di dunia Ia ciptakan sedemikian rupa, hingga berujung pada kecintaan kita terhadap mereka-mereka itu. Lalu, apa saja yang kemudian kita putuskan untuk kita cintai? Kehidupan kita sendiri? Atau hanya beberapa bagiannya saja yang berhasil membuat kita jatuh cinta? Lalu... bagaimana dengan mereka yang memutuskan untuk membenci kehidupan? lalu ingin keluar dari bagian tim hidup ini? Memaksa pergi dengan cara yang tidak biasa misalnya? hmm... itu salah satu upaya gagal mencintaikah? Bisa jadi iya. Bisa pula tidak. Belum punya pengalaman soalnya. ^_^
Sedikit cerita tentang para "terpaksa-ers" yang memilih untuk menamatkan riwayat hidupnya...

Adalah Tojinbo, salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang. Laut dengan tepian karang di Fukui itu memang bukan main. Menjelang sunset nilai keindahannya bertambah. Oh ya, sedikit cerita tentang Tojinbo ini, konon tempat ini terkenal buat bunuh diri. He he... cocok banget kayanya... tinggal jalan ke pinggir karang-karangnya.. lalu lompat saja. Ceburrrr.. boleh pilih langsung ke lautnya atau "singgah" dan berbenturan dengan permukaan-permukaan karang. Entah akan seperti apa kondisinya, endingnya bisa diperkirakan agaknya, meninggal. Kalau nggak, mana mungkin ya rumornya berkembang sebagai sebagai tempat bunuh diri. Tapi agaknya bukan cuma dulu-dulu aja banyak yang bunuh diri di tempat ini, pernah anak Malaysia cerita, lagi nyamannya menikmati pemandangan laut, eh tiba-tiba di depan sana, ada yang terjun. Tidak tahu lanjutan ceritanya bagaimana. Point ceritanya lebih kepada bahwa memang sampai sekarang pun ada yang kesana dengan "The Mission" dan tekad bulat.
*miris*

Disaat banyak orang berjuang untuk hidup, malah ada yang mau cepat-cepat menamatkan life story nya di dunia.

Oke, sebenarnya bukan hendak menceritakan tentang tojinbo yang terkenal dengan Jisatsu (bunuh diri) nya itu panjang lebar. ^_^ . Lalu tentang apa?

Ada hubungannya dengan kecintaan yang disebut di awal mula di atas sana? Aha.. ya, itu dia... itulah yang sebenarnya mau zz sharekan...

Mencintai langit...
Bukan hanya langit sebenarnya. Karena matahari juga disana. Ya, bukankah mereka bersama? Saat melihat ia muncul di awal pagi, serat merta kelebat fikir...umur tubuh ini bertambah sehari lagi. Saat ia pulang kala senja, ada kesadaran serta merta bahwa episode hari ini telah selesai, bagaimana pun dan apapun yang terjadi, tak akan ada yang bisa membawanya kembali. Sama seperti hari-hari kemarinnya. Terus bergulir begitu.



Dimanapun, menatap matahari saat ia perlahan menghilang di ufuk barat adalah kecintaan yang melekat entah mulai kapan. Perasaan yang berkelebat tiap kali melihatnya bisa sama bisa berbeda. Tergantung kondisi hati...

Seperti kali ini, menatap bola dengan pendar kemerahan seperti tersedot dalam arus kekaguman yang tak bertepi. Kalau ciptaannya saja seindah itu bagaimana dengan keindahan sang Pencipta nya sendiri. Kalau kecintaan pada langit begitu rupa, juga kekaguman pada keindahan bola dengan suhu intinya yang mencapai 5000 derajat Celcius itu sebegitunya, bagaimana pula kadar kecintaan pada Yang Telah Membuatnya ada?

Coba, kalau saat "itu" tiba, tanpa pemberitahuan atau isyarat apapun, mendadak matahari itu tak muncul kala pagi hari di langit timur seperti biasanya. Bukan ia ingkar janji atau tak menunaikan tugas rutinnya. Tapi, penyampai pesan bahwa hari itu tugasnya telah berakhir di dunia. Tak akan ada lagi pagi-pagi indah selanjutnya saat ia muncul di awal hari. Sama seperti tak akan ada lagi pula sunset di tiap senjanya. Selesai...

Kalau bangun pagi dan melihat matahari di langit barat sana, selain perasaan bahwa hari ini, bertambah lagi satu hari BAB hidup di dunia, ada juga kelegaan bahwa... hari ini masih diberi kesempatan sebelum peristiwa besar itu tiba masanya.

Lalu saat matahari itu hampir tenggelam. Sempat juga mungkin terselip harapan, agar dapat melihatnya lagi muncul dari sana esok pagi.

Dan akhirnya kecintaan padanya terus meninggi. Pada langit juga.

Langit... i love you!! \^o^/
He he... janggal benar!!
Biarin ah, kan dalam hati berbarengan pula teriakan-teriakan senada yang ditujukan ke banyak nama (???!!!) dan benda... Mudah2an yang tertinggi selalu tertuju pada-NYa...
*Azzam kuat MODE ON*

4 Comments:

  • pengen...............
    pengen juga nikmati sunset, tapi nanti baru bisa tercapai....doakan ya semoga "dipercepat" he he....
    oa zie, kayaknya 3 nemuin kejanggalan deh, disini .....
    "Kalau bangun pagi dan melihat matahari di langit barat"
    "agar dapat melihatnya lagi di ufuk barat esok pagi"

    kata2 ini terkesan janggal deh....ayo coba dikoreksi... :P

    By Blogger jasmine, at 6:44 PM  

  • Eh? kan bisa dimana aja kan ya lihat sunsetnya? maksudnya dipercepat apa nih Put? kok zz jadi ga ngerti ya? ^^

    Ahaa ha ha... iya iya...langsung zz ganti deh, thanks ya Put, kok bisa coba ya sampai segitunya...
    :D

    By Blogger azizah, at 8:28 PM  

  • wah sunset nya indah tuh jadi kangen pengen liat sunset lagi.... :)

    By Blogger odong, at 6:20 AM  

  • kan bisa liat tiap hari Bg Jimmy...
    zz kalau pulang dari kampus sore masih suka perhatiin, gak mesti dari pinggir pantai kok...
    dari mana aja :D

    By Blogger azizah, at 3:48 AM  

Post a Comment

<< Home